Type something and hit enter

author photo
Diposting oleh On
Baru-baru ini beberapa orang mengunjungi hutan pinus. Kawasan Wisata Hutan Pinus Palatta, yang terletak sekitar 30 kilometer dari Distrik Wonomulyo, yang merupakan pusat perdagangan Kabupaten Polewali Mandar, membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Foto Pengunjung Hutan Pinus Tapango: @suci_arfah/pesonamandar.com

Menjelajahi Polewali Mandar, seorang musafir disambut oleh keindahan panorama alam yang memanjakan mata. Salah satunya adalah kawasan wisata di Hutan Pinus, Desa Palatta, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang sejak beberapa tahun terakhir mulai dikunjungi oleh warga.

Tidak hanya Bantul, Polewali Mandar juga memiliki wisata hutan pinus yang indah. Hutan pinus ini populer di kalangan wisatawan untuk liburan dan foto.

Foto: @suci_arfah/pesonamandar.com
Akses jalan menuju lokasi wisata ini terbilang baik, terdiri dari jalan aspal dan jalan beton. Dengan melewati pegunungan hijau, tentunya memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat ke tempat ini.

Posisi kawasan wisata alam dengan luas 50 hektare, dibagi dengan akses jalan utama ke sejumlah desa tetangga, menjadikan kawasan Hutan Pinus Palatta, tidak pernah sepi, terutama pada sore hari.

Setiba di hutan pinus, mata pengunjung langsung disuguhi keindahan panorama alam khas hutan pinus. Barisan pohon pinus besar dan menjulang tinggi, membuat suasana di sekitarnya menjadi lebih teduh.

Tentu saja itu juga salah satu penyebab udara di daerah ini menjadi lebih sejuk dan terasa segar untuk dinikmati sebanyak yang Anda suka. Seolah mampu memberikan ketenangan untuk melupakan semua masalah, terutama kelelahan karena rutinitas kerja.

Jika Anda mengunjungi hutan pinus dapat sekaligus berburu foto. Pada waktu tertentu, jika Anda beruntung, pengunjung dapat mengabadikan momen kabut yang menyelimuti kawasan hutan pinus, atau menikmati indahnya matahari terbenam di balik pepohonan.

Untuk menarik lebih banyak perhatian wisatawan, warga bersama dengan pemerintah desa setempat telah benar-benar mencoba mengelola kawasan wisata ini dengan lebih baik. Itu terbukti, karena di sini terlihat sejumlah fasilitas seperti gazebo, rumah pohon, dan bahkan kendaraan untuk bermain flying fox.

Namun sayangnya, ketika penulis mengunjungi tempat ini, sejumlah fasilitas ini sepertinya diimprovisasi dan tidak dikelola dengan baik. Rumah pohon, yang dikatakan baru saja dibangun untuk konstruksi menggunakan dana pemerintah, juga terlihat tidak sempurna dan bahkan berbahaya jika pengunjung kurang berhati-hati ketika mengendarai itu.
Kurangnya kesadaran pengunjung untuk membuang sampah di tempatnya, membuat kawasan wisata ini juga terlihat kotor karena sampah plastik. Bahkan ada tempat yang terlihat seperti tumpukan sampah plastik yang sepertinya dibiarkan begitu saja, tentu saja ini merupakan catatan penting yang tidak hanya menjadi tanggung jawab manajer tetapi juga para pengunjung yang datang ke tempat ini. Biasakan menjaga kebersihan, sehingga keindahan wisata hutan pinus ini bisa dinikmati semua orang.

Salah satu pengunjung, Wawan, yang ditemui penulis, berharap pemerintah daerah akan memberi perhatian serius agar kawasan wisata ini dapat dikelola dengan lebih baik.

"Mudah-mudahan pengelola kawasan hutan pinus ini dapat memberi perhatian lebih, karena saya lihat, fasilitas di sini tidak terawat. Kursi bagi pengunjung menjadi lebih santai juga kurang, hanya untuk melihat beberapa kursi yang terbuat dari bambu dengan kondisi baik. Sudah rusak, "harap pemuda ini yang suka motor.

Nah, seorang traveler belum dikenakan biaya atau gratis. Tidak mengherankan, banyak penduduk setempat, terutama kaum muda, sangat senang menghabiskan waktu di tempat ini. Sebagai penanda bagi wisatawan yang ingin datang, di pinggir jalan pengelola hanya memasang gerbang penyambutan yang terbuat dari bambu